BE OPEN : Membuat Benih Cabe dan Tomat (1)

 

Bagi anda yang suka berkebun tentunya anda memerlukan benih yang perlu disemai atau ditanam. Kebutuhan benih tersebut tentunya bisa dipenuhi  dengan membeli benih misalnya beli di toko pertanian, atau beli online yang begitu banyak dan mudah didapatkan misalnya di lapak saya.

Tetapi sebenarnya ada banyak benih yang bisa kita buat sendiri jika kita open. Ini bukan Open dalam bahasa inggris yang artinya membuka. Tapi open dalam istilah Bahasa Jawa yang artinya telaten .  Pada kesempatan ini saya akan menulis tentang membuat benih sendiri sehingga kita tidak tergantung dengan pembelian  benih. Koq saya membahas tentang hal ini padahal saya penjual benih ya? Bukannya nanti omset saya menurun?

Oh saya tidak mau berpikir sampai sejauh itu, yang  jelas saya ingin menulis hal ini. Saya bukan orang yang pragmatis dalam hal ini. Maksud saya kalau benih bisa anda buat ngapain beli, salah satu tujuan saya membuat blog ini adalah membantu anda berkebun.

Kembali ke pembahasan membuat benih sendiri, diantara benih yang bisa kita buat adalah jenis:

 

Membuat benih  Cabe dan tomat.

 

Sebelumnya ada asumsi dan fakta tentang mudahnya membuat benih cabe  dan tomat yang saya dapati (jadi pengalaman sendiri ya ).

 

Pertama adalah sebuah asumsi ketika saya kecil (usia SD-SMP) ketika tinggal di kampung, saya mendapati banyak sekali tanaman tomat yang ada disepanjang aliran sungai kecil yang melewati kampung saya. Maka saya menanyakan kepada orang tua kenapa bisa seperti itu? Beliau menjawab bahwa itu karena benihnya berasal dari kotoran orang yang buang hajat disungai, dan sebelumnya dia makan sambal dengan tomat yang tidak dimasak terlebih dahulu atau pun sebelumnya habis makan tomat (dan memang dulu semua orang kampung buang air besarnya di sungai kecil yang melintasi kampung kami tersebut). Tapi ini sih asumsi orang-orang kampung yang bisa benar bisa juga tidak :D.

 

Kedua sebuah fakta yang saya temukan di pekarangan rumah tepatnya dibelakang dapur banyak ditumbuhi bibit cabe dan tomat, rupanya ibu ketika memasak sering membuang biji tomat dan cabe dibelakang dapur.

 

Adapun pembuatan benih cabe sebenarnya mudah saja:

Pilih lah cabe di dapur kita yang warnanya merah tua karena biasanya warna merah tua berasal dari cabe yang sudah tua. Kalau cabe yang masih muda terus masak katanya warnanya tidak semerah cabe yang sudah tua. Kalau cabe harganya lagi mahal katanya kurang pedas rasanya karena petani buru-buru panennya yang muda juga dipanen takut harganya turun.

 

Belah cabe dengan pisau, ambil bijinya kemudian di jemur sampai kering. Benih cabe sudah bisa disimpan untuk stok penanaman berikutnya ini untuk jangka panjang. Yang lebih simpel  dan cepat lagi adalah belah cabe pilihan tersebut kemudian langsung bijinya diambil dan disemai. Kalau hasil tanamannya Wallahu A’lam . Tapi kami dulu untuk konsumsi keluarga sih menanam cabe dari benih cabe yang kita buat sendiri. Kalau untuk di skala produksi biasanya kita membeli benih di toko pertanian.

 

Untuk pembuatan benih tomat juga sama pilih tomat yang sudah berwarna merah tua kemudian belah tomat tersebut dan ambilah bijinya dan masukan kedalam mangkok/gelas yang berisi air kemudian aduk-aduk biji tomat tersebut sampai biji tersebut bercerai berai (karena pada asalnya biji tomat saling menempel dan ada air buah tomat yang berlendir), bisa diulangi 2-3 kali sampai biji tomat bersih dari lendir-lendir tersebut. Jemur sampai kering dan simpan.

 

Keunggulan dari membuat benih cabe dan tomat sendiri: murah karena tidak perlu beli benih lagi, mudah karena tinggal ambil saja di dapur bahan bakunya, sesuai keinginan kita karena ketika ada cabe atau tomat yang unik dan benih tidak ada dipasaran kita bisa menanamnya.

 

Kekurangan dari membuat benih cabe dan tomat sendiri: hasil mungkin berbeda dari cabe/tomat asal yang kita benihkan, karena mungkin masalah genetic dan persilangan yang terjadi sebelumnya. Bagi yang sudah belajar masalah pewarisan genetic tentunya tahu.

 

Demikian ulasan tentang pembuatan benih cabe dan tomat semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya. Seandainya saya buat sendiri benih cabe dan tomat terus sendiri dan dijual pastinya saya cepat kaya 😀 modalnya murah meriah, laris manis lagi sehingga untungnya bisa berlipat ganda. Tapi saya tidak melalukan hal itu demi Allah, walaupun saya bisa berbuat seperti itu, prinsip saya selagi masih ada benih cabe dan tomat di pasaran (produksi perusahaan benih) maka benih tersebut lah yang saya jual. Sejauh ini yang saya buat sendiri benihnya adalah benih leunca, kenikir, kecipir dan bunga matahari kuning karena memang di pasaran tidak ada yang jual.

Iklan

10 thoughts on “BE OPEN : Membuat Benih Cabe dan Tomat (1)

  1. memang kita harus membuat benih sendiri pak.. selain hemat biaya, itu salah satu cara mengatasi jika saja terjadi kelangkaan benih di toko pertanian. Jadi, dengan benih yang telah kita simpan tersebut, bisa kita gunakan sewaktu-waktu kapan kita inginkan.. tulisannya sangat bermanfaat bagi petani seperti saya.. salam..

  2. ibu saya juga sering seperti ini pak, kalo beli buah misal belimbing yang gede atau melon, ntar bijinya diopeni dewe, trus ditanem. ya kadang berhasil kadang enggak sih hehehe tapi lumayan banyak biji2an yang dikumpulin ibu saya (entah kapan ditanamnya) 😀

  3. makasih ya,, djadi saya ngak perlu beli bibit cabai lagi yng harganya mahal pisan, lebih baikbuat sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s